Category: Berita IPB (page 1 of 2)

Seminar “Meningkatkan Ketahanan Keluarga dalam Menghadapi Era Globalisasi”

 

Share/Bookmark

Dialog RRI : Peran IT Memajukan Pertanian

InformationTechnology (IT) sudah dimanfaatkan  ke seluruh bidang kehidupan. “Sayangnya, diIndonesia, pemanfaatan IT untuk pertanian masih rendah di banding bidangindustri otomotif,” ungkap Direktur Komunikasi dan Sistem Informasi InstitutPertanian Bogor (IPB), Prof.Kudang Boro Seminar dalam acara Dialog Sore RadioRepublik Indonesia (RRI), Selasa (22/6) di RRI Bogor. Prof. Kudang mencontohkanperan IT dalam memajukan pertanian. Dahulu pemilihan lahan dilakukanberdasarkan pengalaman di lapang dan pengamatannya sangat konvensional yangbelum tentu akurat . Lanjut Prof.Kudang, dengan menggunakan satelit dan Global Positioning System(GPS) , kitabisa memilih lahan yang cocok berdasarkan jenis tanamannya, masa tanam (musiman,  jangka pendek atau jangkapanjang) dan variabel lainnya.  Pemerintah bisa memakai GPS untuk mengawasilahan di seluruh Indonesia.

Penggunaan IT juga bisa mengurangi aktivitasfisik petani sehingga petani dapat mengalokasikan kegiatannya pada hal-hal yanglebih positif. Aktivitas fisik petani dapat digantikan dengan penggunaanalsintan dan harvester (alatpemanen). Selain itu, pekerjaannya akan lebih efisien dan akurat. “Jumlahpenyuluh pertanian yang terbatas dapat terbantu dengan pengembangan electronic book (e-book)dan sistem belajar jarak jauh dalam bentuk electroniceducation (e-education) .Tentunya semua buku, panduan penyuluhan pertanian, cara budidaya tanaman danteknologi tepat guna sudah terhubung dalam jaringan internet,” papar Prof.Kudang.

Melalui kecanggihan handphone (HP) sekarang, petani dapat mengakses berbagai informasitersebut. “Daripada HP-nya digunakan hal-hal yang kurang bermanfaat sepertichatting dan facebook bergosip ria, lebih baik petani menggunakan HP-nya untukmeningkatkan produktivitas pertaniannya,” kata Prof. Kudang.

Untuk mendorong pemerintah mengaplikasikan GPSkhususnya di bidang pertanian, para ahli informatika bidang pertanian saat initelah membentuk Himpunan Informatika Pertanian Indonesia (HIPI). Di tingkatAsia berdiri juga The Asian Federationfor Information Technology in Agriculture (AFITA). “Bulan Oktober mendatang kami akanmenyelenggarakan konferensi internasional agar gaung penggunaan IT dalam bidangpertanian setara dengan bidang industri otomotif dan lainnya,” tandas KetuaAFITA wilayah Indonesia ini. (ris)

Rabu, 30 Juni 2010 – http://www.ipb.ac.id/?b=1659

IPB Terjunkan 841 Mahasiswa Program KKP dan 244 Program GoField

Sebagai wujud keperdulian IPB terhadap permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat sekaligus sebagai ajang untuk mempraktekan ilmu yang selama di didapat di bangku kuliah serta menerapkan berbagai teknologi tepat guna untuk masyakarat, pagi ini tanggal 24 Juni 2010 bertempat di lapangan upacara Gedung Andi Hakim Nasoetion dilakukan upacara penglepasan mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Profesi (KKP) dan Program GoField.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Kepala LPPM IPB bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Dr Prastowo, sekaligus sebagai ketua panitia menyampaikan laporan persiapan akhir yang telah dilakukan dan rencana keberangkatan mahasiswa ke lapangan.  Persiapan yang telah dilakukan meliputi koordinasi dengan Fakultas dan Departemen di lingkungan IPB dalam menyeleksi peserta, penetapan waktu, penempatan mahasiswa, koordinasi dengan berbagai PEMDA, perbekalan peserta dan supervisi.

Sumber : http://lppm.ipb.ac.id/

Pakar Ilmu Keluarga IPB: Peran Keluarga dalam Membentengi Anak dari Aksi Pornografi

Maraknya aksi porongrafi melalui berbagai media memberikan dampak yang tidak baik terhadap anak-anak. Dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen,Fakultas Ekologi Manusia IPB, Tin Herawati, SP.,M.Si., khawatir terhadap perkembangan anak-anak, dan menandaskan bahwa keluarga merupakan faktor terpenting untuk membentenginya dari berbagai aksi yang merusak moral tersebut.

Pemaparan Tin tersebut disampaikan pada dialog sore RRI dengan mengusung tema: “Peran Keluarga dalam Membentengi Aksi Pornografi”, dengan presenter Yudha Permana di RRI Cabang Bogor, (15/6), Bogor.

Sebelum masuk ke dalam peran keluarga dalam membentengi terhadap aksi tersebut, Tin memaparkan alas an seseorang melakukan aksi pornografi, hingga sampai mendokumentasikannya. “Latar belakang mereka melakukan hal seperti itu bisa disebabkan dari  tiga hal yaitu  diri sendiri keluarga dan lingkungannya. Diri sendiri, biasanya agama yang kurang, memiliki kelainan perilaku karena yang bersangkutan pernah mengalami kekerasan seksual, pernah melihat kegiatan seksual pada masa kecil, serta pemahaman sex yang kurang,” ujar Tin.

Untuk faktor Keluarga, ia mengatakan kurangnya kontrol keluarga kepada anak dan tidak ada komunikasi dari kedua belah pihak. “Bagaimana kegiatan anak di luar, orang tua seperti ini biasanya tidak mau tahu, yang penting anaknya enjoy dan senang,” tambahnya.

Faktor lain yang mendorong seseorang melakukan aksi pornografi adalah Lingkungan. Tin mengakui, sekarang informasi tidak bisa dibendung, akibatnya segala kegiatan, tidak terkecuali ranah privacy orang bisa dilihat oleh publik.

Peran keluarga
Tin mengatakan, di sinilah fungsi keluarga harus ditingkatkan dengan cara mendampingi, membimbing dan berkomunikasi secara terbuka kepada anak. Sampaikanlah kepada anak komunikasi yang baik, dan selalu siap jika anak menanyakan sesuatu. “Memberikan pendidikan sex  harus sesuai umurnya,”katanya.

Menurutnya, pola pengasuhan anak ada beberapa macam diantarannya adalah otoriter dan demokrasi. “Perilaku anak  tergantung dari pengajaran orang tuanya. Anak menutup diri atau ceria itu juga akibat dari pengasuhan orang tua. Anak jangan terlalu dikekang, dan budayakan keterbukaan dan demokrasi” ujarnya. (man)

Senin, 28 Juni 2010 – http://www.ipb.ac.id/?b=1657

Older posts

© 2017 HIMAIKO FEMA IPB

Theme by Anders NorenUp ↑