Category: Artikel dan Opini (page 1 of 3)

Penanaman Nilai-Nilai Luhur Pada Anak Dalam Keluarga

Jakarta, 2 Mei  2011

Jakarta-ykai.net, Penanaman nilai-nilai luhur pada anak dalam keluarga menjadi sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari karena berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPA) menunjukkan indikasi pemahaman anak tentang hal tersebut sangat rendah, hal tersebut terungkap dalam pembahasan tentang Pedoman Penanaman Nilai-Nilai Luhur Pada Anak Dalam Keluarga di Hotel Milenium Jakarta. (28/04)

Untuk meningkatkan pemahaman dan makna nilai-nilai luhur pada anak strategi yang di gunakan dalam pedoman ini adalah dengan menyisipkan pesan melalui berbagai kegiatan yang sering dilaksanakan di masyarakat. Selain itu mengadakan sarasehan yang melibatkan berbagai unsur di masyarakat serta dalam bentuk pelatihan-pelatihan.

Sementara itu Nurti Mukti Wibawati – Asdep Lingkungan dan PNNL, Kementerian PPPA menyampaikan bahwa landasan pembuatan Pedoman Penanaman Nilai-nilai Luhur Pada Anak Dalam Keluarga adalah UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Bab III Pasal 19, bahwa setiap anak berkewajiban untuk menghormati orang tua, wali dan guru, mencintai keluarga, masyarakat, menyayangi teman, cinta tanah air serta malaksanakan etika dan akhlak yang mulia.

Pertemuan penyempurnaan pedoman ini di hadiri oleh berbagai pihak yang terkait dengan Penanaman Nilai-nilai Luhur Pada Anak Dalam Keluarga. PKK, Fatayat NU, PSW UIN Syarif Hidayatulloh, Direktorat PAUD, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Kemendiknas, Deputi Bidang TKA.

Pedoman ini disusun agar menjadi acuan bagi pemangku kepentingan di seluruh Indonesia, khususnya ditingkat propinsi dan kabupaten/kota dalam upaya meningkatkan pemahaman dan makna nilai-nilai luhur. (tr)

Sumber : YKAI

Share/Bookmark

KPAI; Polisi Belum Berpihak Pada Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum

Dalam rangka menyambut HUT Polri  ke-64 yang jatuh pada Kamis, 1 Juli 2010, KPAI menyampaikan pokok- pokok pikiran sebagai berikut:

  1. KPAI mengapresiasi Kepolisian Republik Indonesia atas diterbitkannya Peraturan Kapolri No. 8 Tahun 2009 tentang Implementasi HAM bagi kepolisian Republik Indonesia. Di harapkan dengan terbitnya pedoman tersebut akan menjadi acuan bagi jajaran Kepolisian di lapangan untuk lebih menghargai hak-hak asasi manusia khususnya untuk  anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).
  2. Namun demikian KPAI mencatat dilapangan masih banyak aparat polisi tidak berpihak terhadap anak yang berhadapan hukum, KPAI masih sering menerima pengaduan masyarakat  dan temuan dilapangan bahwa anak-anak yang berhadapan dengan hukum diperlakukan seperti orang dewasa yakni harus menerima pidana penjara dan menerima tindakan kekerasan pada saat dilakukan penyidikan. Walaupun sudah ada MOU enam instansi terkait pada tanggal 22 Desember 2009, dalam kenyataannya Polisi secara umum lebih memilih mengajukan anak yang berhadapan dengan hukum ke proses pengadilan daripada melakukan Restorative Justice dan Diversi.

Hasil pantauan KPAI masih menemukan anak-anak yang ditahan didalam Lapas Anak dan Lapas Dewasa saat anak tersebut berada dalam tanggung jawab kepolisian.

KPAI meminta agar Kepolisian Negara RI konsisten sebagai pelindung, pengayom dan penegak hukum di masyarakat dengan lebih menghargai hak-hak asasi manusia khususnya untuk kelompok marginal yaitu anak UNTUK MENJAMIN pelaksanaan Restorative Justice dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum. Polri perlu melakukan latihan intensif kepada jajarannya untuk mengenalkan dan membekali keterampilan penggunaan Restorative Justice.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia

Ketua,

ttd

Hadi Supeno

Sumber : KPAI

KPI Pusat Himbau TV Tidak Tayangkan Iklan Mie Sedap Versi Kerja Bakti

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menduga adanya pelanggaran pada program Iklan Mei Sedap yang tayang di beberapa stasiun televisi pada Juni 2010. Dugaan pelanggaran tersebut adalah adanya peran seorang anak yang menimbulkan kesan bagi khalayak mengajarkan anak melakukan perbuatan bohong.
Karenanya, KPI Pusat menghimbau semua stasiun televisi yang telah menayangkan iklan tersebut untuk tidak lagi menayangkan kembali sampai dilakukannya perbaikan sesuai P3 dan SPS KPI tahun 2009 dan Etika Pariwara Indonesia (EPI).
Dalam surat himbauan yang dilayangkan kemarin, Selasa 29 Juni 2010, KPI Pusat menjelaskan tentang aturan yang dinilai di langgar iklan Mie Sedap yakni Pasal 49 ayat (1) SPS KPI yang menyatakan soal kewajiban berpedoman pada EPI. Dalam EPI Bab III, A. 3.1.2 menyebutkan bahwa iklan tidak boleh memperlihatkan anak-anak dalam adegan-adegan yang menyesatkan atau tidak pantas dilakukan oleh mereka.
Disamping itu, menurut KPI Pusat dalam surat himbauanya yang ditandatangani Ketua KPI Pusat, Dadang Rahmat Hidayat, program iklan Mie Sedap tersebut tidak sesuai dengan klasifikasi anak sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 38 ayat (4) huruf (b) SPS KPI tahun 2009.

Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat (Kalbar) pernah meminta seluruh stasiun TV untuk tidak menayangkan iklan Mie Sedap versi kerja bakti. Dalam iklan tersebut ditayangkan adegan seorang anak berbohong demi kepentingan orang tuanya.

Dalam suratnya ke seluruh stasiun TV tertanggal 23 Juni 2010, tayangan iklan ini dinilai melanggar pasal 10 Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) yang berbunyi Lembaga Penyiaran wajib memperhatikan dan melindungi kepentingan anak-anak, remaja dan atau perempuan serta pasal 49 ayat (3) huruf h dan Standar Program Siaran (SPS) yang berbunyi program siaran dilarang menayangkan hal-hal yang bertentangan dengan kesusilaan masyarakat dan nilai-nilai agama.

Untuk itu, dalam surat teguran tersebut, Ketua KPID Kalbar, Faizal Riza, meminta semua stasiun TV untuk segera melakukan perbaikan dan tidak lagi menayangkan iklan sejenis. Red/RG

Sumber : KPI

HENTIKAN DEMO MENDUKUNG ARIEL PETERPAN

JAKARTA—bkkbn online : Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengimbau berbagai pihak untuk menghentikan demo-demo mendukung Ariel Peterpan, tersangka pemeran video porno. Karena dampak dari video mesum itu telah menyebabkan sedikitnya terjadi enam kasus perkosaan dan percobaan perkosaan.

Menurut pemantauan Komnas Perlindungan Anak, gara=-gara menonton video porno Ariel, sedikitnya telah terjadi empat kasus perkosaan dan dua kasus percobaan perkosaan. Kasus perkosaan tersebut masing-masing terjadi di Belawan, Medan, dua siswa SMP memperkosa seorang perempuan secara bergiliran seusai nonton video tersebut. Kasus serupa juga dilakukan dua murid SD di Surabaya dan terakhir kasus percobaan perkosaan oleh siswa SMP di Bekasi, jawa Barat. Namun yang disebut terakhir korbannya berhasil menyelamatkan diri karena berteriak.

Arist meminta masyarakat sebaiknya membiarkan pihak kepolisian menuntaskan kasus ini dan segera menangkap pengedarnya (uploader) sebagai pihak yang melakukan pelanggaran paling berat.(adl/tb).

Older posts

© 2017 HIMAIKO FEMA IPB

Theme by Anders NorenUp ↑