[Hi-Share: Langkah Cerdas Mengelola Stress]

Posted on Posted in Hi-Share

Langkah Cerdas Mengelola Stress

Stres merupakan ketegangan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor dari luar (KBBI). Tidak semua stres adalah buruk karena dalam beberapa hal, manusia membutuhkan stres untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Stres terdiri dari dua jenis, yaitu stres yang sehat (eustress) dan tidak sehat (distress). Stres yang sehat adalah stres yang dihadapi dengan cara-cara yang positif, misalnya stres menyambut ujian mendorong kita untuk lebih serius belajar. Sedangkan stres yang tidak sehat adalah stres yang dihadapi dengan cara-cara yang negatif, misalnya stres akibat tidak bisa mengerjakan soal ujian menyebabkan individu mencontek jawaban teman.

Agar stres yang dihadapi dapat menjadi stres yang sehat, berikut ini adalah beberapa tips dalam mengelola stres:

  1. Kenali sumber atau penyebab stres
  2. Pilih strategi penyelesaian yang sesuai dengan sumber stres
    Strategi penyelesaian atau strategi koping terbagi menjadi dua (Lazarus 1991 dalam Puspitawati 2012), yaitu
    a. strategi yang berfokus pada masalah: mengatasi stres dengan menyelesaikan masalah yang menjadi sumber stres; dan
    b. strategi yang berfokus pada emosi: mengatasi stres dengan cara melakukan hal-hal yang dapat menurunkan emosi negatif
    Jika situasinya masih dapat dikontrol, lebih baik lakukan strategi yang berfokus pada masalah agar akar masalahnya dapat terselesaikan dan diharapkan tidak lagi memunculkan stres. Namun, jika situasinya tidak dapat kita kontrol sama sekali, bisa menggunakan strategi yang berfokus pada emosi.
  3. Latih keterampilan mengelola emosi
    Beberapa peneliti mengungkapkan bahwa stres dikaitkan dengan emosi marah. Ketika stres memuncak dan individu siap memuntahkan kemarahan, cobalah untuk lakukan hal berikut:
    a. Stop (menunda kemarahan, misalnya dengan menarik nafas, pergi sejenak dari situasi yang menimbulkan kemarahan, atau berwudhu)
    b. Drop (melakukan hal-hal yang menenangkan untuk mengembalikan stabilitas emosi agar individu siap menyelesaikan masalah dengan lebih baik)
    c. Process (penyelesaian masalah utama)

Sumber:
Puspitawati H. 2012. Gender dan Keluarga. Bogor: PT IPB Press
http://www.finfebriani.wordpress.com

Share/Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *