[Hi-Share: Dampak Penggunaan Media Sosial Bagi Anak Dan Remaja]

Posted on Posted in Hi-Share

1526623815339

Media sosial adalah media yang berupa situs dan aplikasi yang melibatkan teknologi berbasis internet. Berdasarkan data dari survey yang dilakukan oleh We Are Sosical Singapore pada tahun 2017, jumlah penduduk Indonesia yang menggunakan media sosial adalah 106 juta jiwa dari total 262 juta jiwa populasi, yang 92 juta jiwa di antaranya mengakses media sosial dari perangkat mobile.

Umur yang aman untuk mengakses media sosial adalah 13 tahun ke atas. Hal ini sesuai dengan kebanyakan syarat pembuatan akun di media sosial. Artinya, sekolah dan orang tua perlu mempertimbangkan lagi permintaan pembuatan akun pesan instan (instant messenger) seperti LINE, yang fiturnya telah menyerupai (dan dapat dianggap sebagai) media sosial. Anak dan remaja merupakan kelompok masyarakat dengan usia yang sedang memasuki fase penting terkait upaya aktualisasi diri dalam era digital saat ini. Salah satu tindakan yang menunjukkan hal tersebut yaitu berbagi status mengenai apa yang sedang mereka lakukan dan rasakan di berbagai platform media sosial yang mereka gunakan.

  1. Media sosial memiliki dampak bagi anak dan remaja, baik itu dampak positif maupun negatif. Beberapa manfaat media sosial untuk anak dan remaja, yaitu :
    Anak dan remaja dapat dengan mudah mencari dan memperoleh informasi yang bersifat umum, seperti informasi berita terkini, hiburan, seputar hobi, informasi mengenai dunia luar, dan lain lain.
  2. Anak dan remaja dapat dengan mudah mencari informasi terkait tugas dan pelajaran sekolah pada media sosial.
  3. Anak dan remaja dapat terhubung dengan mudah oleh keluarga dan teman yang berjarak jauh maupun dekat.
  4. Anak dan remaja menggunakan media sosial untuk melakukan jual beli online.

Resiko penggunaan media sosial bagi anak dan remaha antara lain, Anak dan remaja mengatakan bahwa secara tidak sengaja (dan sengaja) mereka sering memperoleh informasi mengenai kekerasan (melalui iklan game, melalui berita, melalui film yang muncul pada time line), pornografi (melalui iklan game, melalui berita, melalui film) dan ujaran kebencian (melalui postingan teman/keluarga/temannya teman yang masuk pada timeline mereka). Selain memiliki efek yang nyata seperti kekerasan dan porno-grafi, media sosial juga memiliki efek laten yang menyebabkan kecanduan yang mengen-yampingkan akal sehat anak, terutama remaja.

Dampak negatif media sosial bagi anak dan remaja, antara lain:

  1. TMI, Too Much Information atau “terlalu banyak informasi.” Artinya terlalu banyak informasi pribadi yang disebarkan anak dan remaja melalui media sosial.
  2. FOMO, Fear of Missing Out atau “takut ketinggalan berita terkini”. FOMO ini mendorong anak dan remaja untuk terus mencari dan berbagi informasi dari internet melalui media sosial. Pada tahap inilah anak dan remaja amat rentan terhadap risiko predator online, pornografi, kekerasan, perundungan maya, invasi privasi, dan pencurian identitas.
  3. Menciptakan jarak antara anak dan keluarga. Anak dan remaja menggunakan istilah:strategi dekat tetapi jauh, dan jauh tetapi dekat. Hal ini dapat digambarkan bagaimana anak dan remaja terlihat ada disekitar orang tua dan keluarga, namun secara intens menggunakan sosial media.
  4. Kesehatan anak dan remaja. Dalam studi yang telah dilakukan, ditemukan kasus berkurangnya penglihatan anak secara signifikan karena konsumsi media sosial yang berlebihan.

Orang tua, keluarga dan guru (sekolah) perlu memberikan penjelasan dan perlindungan pada anak dan remaja terkait aktivitas maya mereka, seperti:

  1. Bantu anak-anak Anda memahami informasi apa yang seharusnya bersifat pribadi.
  2. Kunjungi dan pelajari akun media sosial seperti yang dimiliki oleh anak Anda.
  3. Pelajari dan gunakan pengaturan privasi untuk membatasi siapa yang dapat mengakses dan memposting di situs media sosial anak Anda.
  4. Pahami dan ketahui bagaimana aktivitas online anak Anda.
  5. Bicaralah dengan anak-anak Anda tentang menghindari pembicaraan terkait seks secara online. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa remaja yang tidak berbicara tentang seks dengan orang asing secara online cenderung tidak berhubungan dengan pemangsa.
  6. Jika Anda khawatir anak Anda terlibat dalam perilaku online berisiko, Anda dapat menelusuri media sosial yang mereka kunjungi untuk melihat informasi yang mereka kirim.
Share/Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *