Dalam rangka menyambut HUT Polri  ke-64 yang jatuh pada Kamis, 1 Juli 2010, KPAI menyampaikan pokok- pokok pikiran sebagai berikut:

  1. KPAI mengapresiasi Kepolisian Republik Indonesia atas diterbitkannya Peraturan Kapolri No. 8 Tahun 2009 tentang Implementasi HAM bagi kepolisian Republik Indonesia. Di harapkan dengan terbitnya pedoman tersebut akan menjadi acuan bagi jajaran Kepolisian di lapangan untuk lebih menghargai hak-hak asasi manusia khususnya untuk  anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).
  2. Namun demikian KPAI mencatat dilapangan masih banyak aparat polisi tidak berpihak terhadap anak yang berhadapan hukum, KPAI masih sering menerima pengaduan masyarakat  dan temuan dilapangan bahwa anak-anak yang berhadapan dengan hukum diperlakukan seperti orang dewasa yakni harus menerima pidana penjara dan menerima tindakan kekerasan pada saat dilakukan penyidikan. Walaupun sudah ada MOU enam instansi terkait pada tanggal 22 Desember 2009, dalam kenyataannya Polisi secara umum lebih memilih mengajukan anak yang berhadapan dengan hukum ke proses pengadilan daripada melakukan Restorative Justice dan Diversi.

Hasil pantauan KPAI masih menemukan anak-anak yang ditahan didalam Lapas Anak dan Lapas Dewasa saat anak tersebut berada dalam tanggung jawab kepolisian.

KPAI meminta agar Kepolisian Negara RI konsisten sebagai pelindung, pengayom dan penegak hukum di masyarakat dengan lebih menghargai hak-hak asasi manusia khususnya untuk kelompok marginal yaitu anak UNTUK MENJAMIN pelaksanaan Restorative Justice dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum. Polri perlu melakukan latihan intensif kepada jajarannya untuk mengenalkan dan membekali keterampilan penggunaan Restorative Justice.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia

Ketua,

ttd

Hadi Supeno

Sumber : KPAI

Share/Bookmark