Jakarta,-  KPAI menilai proses pengusutan video porno yang diduga dilakukan oleh Ariel, Luna Maya dan Cut Tari masih terlalu lamban. Padahal anak-anak dan masyarakat pada umumnya telah menjadi korban akibat berita pornografi yang kini makin merebak.

Oleh karena itu, KPAI meminta kepolisian untuk tidak ragu-ragu mengusut pelaku dan pengedarnya. Jika terbukti, pelaku dalam tayangan itu serta para pengedarnya harus dapat dijerat oleh hukum sesuai KUHP, UU ITE dan UU Pornografi.

Terkait penanganan pornografi di kalangan siswa, KPAI memberikan apresiasi yang tinggi atas respon Menteri Pendidikan Nasional dan jajaran birokrasi pendidikan, dengan melakukan operasi atau razia HP di kalangan pelajar. “Namun KPAI mengingatkan agar operasi tersebut jangan sampai menjadi kriminalisasi bagi anak, dengan memberikan hukuman. Sebab anak adalah korban dari industri pornografi, para pembuat video, dan korban orang-orang dewasa yang tidak mampu mencegah beredarnya materi pornografi yang mestinya dihukum  ”kata Ketua KPAI, Hadi Supeno di Ambon (16/6) kemarin. Oleh sebab itu, yang dibutuhkan oleh anak-anak adalah bantuan, bimbingan, dan pemulihan mental, bukan malah menghukumnya.

Dalam aspek lain, KPAI sesuai suratnya kepada Mendiknas yang dikirim Kamis (17/6) berharap Kementerian Pendidikan Nasional perlu menginisiasi “Pendidikan Seks” di sekolah kepada siswa sesuai tingkatan usianya, dengan materi utama bagaimana mengelola seks dengan kacamata moral dan agama, sehingga anak-anak memiliki bangunan karakter yang kuat karena menerima pengetahuan dengan bekal yang cukup dari sisi ilmu, moral, dan agama.

Selain itu, KPAI juga meminta Kementerian Agama untuk menyerukan kepada seluruh organisasi agama, termasuk didalamnya semua media dakwah untuk memerangi pornografi dan memperkuat ketahanan keluarga dengan program-program bangunan keluarga Sakinah, mawadah, wa rohmah. “untuk mencegah bahaya pornografi, disinilah pentingnya memberikan prioritas penanaman nilai-nilai agama kepada anak-anak sejak di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat”tambah Hadi.

KPAI juga akan menindaklanjuti rekomendasi Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Kemenkominfo, Dewan Pers dan KPI (16/6) lalu. Seperti diketahui, salahsatu rekomendasi rapat kerja itu, antara lain Komisi I mendorong Kemenkominfo agar berkoordinasi dengan Kemenristek, Kemendikbud, Kemenkes, dan kementerian lainnya serta Polri, Komnas HAM, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia. “Tujuannya agar mengantisipasi kejadian serupa yang berpotensi merusak moral bangsa,” ujar Ketua Komisi I DPR, Kemal Azis Stamboel di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2010). (red/kpai)

Sumber : KPAI

Share/Bookmark